Thiago Silva versus Giorgio Chiellini, Mark van Bommel melawan Andrea Pirlo, adu taktik antrara pelatih Massimiliano Allegri dengan Antonio Conte ... tapi bukan itu saja satu-satunya cara untuk memperbandingkan kekuatan mereka. Persaingan Milan dan Juventus juga bisa dinilai dari kemampuan manajemen CEO Milan Adriano Galliani dengan direktur sport Juve GIuseppe Marotta, dua orang yang berusaha merintis kejayaan bagi klub mereka masing-masing dengan strategi yang sangat berbeda.
Yang pertama, Galliani, ia adalah contoh utama bagaimana sebuah klub besar bisa diidentikkan dengan figur manajemen tunggal. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, sepanjang karirnya ia sudah pernah menghadapi berbagai macam kondisi. Ia tahu kapan harus mengeluarkan dana untuk membawa pemain top, sehingga sekarang punya sumber daya yang bagus dan diakui mampu memoles perak menjadi emas.
Lalu ada Marotta dari Bianconeri. Di tahun pertamanya bersama Juve ia mendatangkan sejumlah pemain yang diinginkan pelatih sebelumnya Luigi Del Neri untuk memenuhi formasi 4-4-2 rancangan sang pelatih. Namun hasilnya kurang memuaskan. Walaupun banyak menghadapi jalan terjal, Marotta sudah mulai belajar dengan baik, ia yang berjasa mendatangkan delapan pemain dari 11 starter Juve yang bersaing meraih scudetto di musim ini.
Menjelang pertandingan Milan versus Juve di San Siro, kami akan mencoba membandingkan kemampuan Galliani dan Marotta dalam hal finansial. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk membangun tim mereka guna meraih scudetto? Dan berapa biaya tahunan yang dibutuhkan untuk menjaga para pemain yang sukses untuk tetap bahagia?
Kami menampilkan analisa, perbandingan kedua tim berdasarkan 11 pemain terbaik mereka dan juga siapa yang kemungkinan akan diturunkan pada hari Sabtu (25/2) waktu Italia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar